Politik Luar Negeri
Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Rodham Clinton akan berkunjung ke kawasan Asia. Salah satu tujuannya Indonesia. Dan hal ini lain dari biasanya, karena umumnya Menlu AS bertandang ke Eropa.
“Memilih tujuan Asia Timur suatu hal yg baru karena kebiasaannya melakukan ke Eropa, menyeberang ke Samudera Atlantik,” kata Menlu Hasan Wirajuda di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (6/2/2009).
Apakah ini ada kaitannya dengan rencana kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia?
“Kita akan lihat nanti, apakah dari kunjungan beliau ada rencana kunjungan Obama ke Indonesia. Menlu Clinton hanya menyebutkan ada kesan memori yang mendalam tentang Indonesia,” jelasnya.
Hasan dan Hillary telah melakukan pembicaraan telepon pada Senin 2 Februari malam. Dalam kunjungannya, Clinton akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Deplu dan melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden SBY.
Hillary, akan berkunjung ke Indonesia pada 18-19 Februari 2009, setelah sebelumnya bertandang ke Jepang. Setelah Indonesia dia akan ke Korea Selatan dan kemudian ke Cina.
“Kita menghargai prioritas yang diberikan dan di garis bawahi pentingnya Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar,” jelasnya.
Informasi menyebutkan bila salah satu agenda kunjungan Hillary yakni SD Menteng, tempat Obama pernah bersekolah. Kunjungan ini adalah penjajakan sebelum Obama datang ke Indonesia. (ndr/mok)
http://www.lautanindonesia.com/forum/berita-%28news%29/kunjungan-hillary-clinton-ke-indonesia/
Kabar penyiksaan ini disampaikan salah satu keluarga korban penyiksaan, Roudhatul Firdaus. Roudhatul adalah kakak dari Faturrahman (23), mahasiswa tingkat IV di Universitas Al Azhar asal Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Tiga korban lainnya adalah Ahmad Yunus yang juga mahasiswa tingkat IV asal Kecamatan Bangun Purba, Azril mahasiswa tingkat I asal Rokan IV Koto, dan Tasrih Sugandi mahasiswa tingkat I asal daerah SP4.
“Mereka semua kini masih trauma akibat penangkapan dan penyiksaan polisi Mesir,” kata Roudhatul di Pekan Baru, Jumat (3/7).
Faturrahman berencana pindah rumah karena ketakutan. Bahkan dua mahasiswa tingkat satu yang menjadi korban penganiayaan ingin pulang ke Indonesia.
Roudhatul mengungkapkan, keluarga yakin Faturrahman tidak terlibat bersalah dan menjadi korban kekerasan polisi karena dia dikenal sebagai alim.
“Setahu saya, dia (Fatturrahman) tidak pernah ikut organisasi garis keras. Dia selama ini hanya ikut organisasi pelajar asal Riau dan perkumpulan sesama orang Sumatera,” tambahnya.
Keempat mahasiswa itu ditahan polisi Mesir (Amni Daulah) dari 28 Juni hingga 1 Juli, setelah ditangkap di rumah kontrakannya di Kairo pada 28 Juni sekitar pukul 02.30 waktu setempat.
Keempatnya mendapat perlakuan semena-mena selama penahanan seperti ditelanjangi, ditutup matanya, dipukuli dan disetrum. Mereka juga tidak sekalipun diberi makan selama tiga hari ditahan, dan harus membeli dari dalam tahanan dengan uang sangat terbatas. [*/ana]
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/03/123647/4-mahasiswa-ri-disiksa-polisi-mesir/