Masalah Sosial
Jakarta – Achmad Zaini Suparta menjadi ‘bintang’ Kamis kemarin. Pria asal Tasikmalaya ini mengaku memiliki uang berjumlah 20 kali lipat APBN.
Meski menurut nalar kurang logis, ratusan pengusaha tertarik untuk meminjam uang kepadanya. Bahkan perusahaan Bakri (tanpa huruf e) Investindo dan Jasa Marga ‘dimasukkan’ daftar peminjam. Mengapa ‘penipuan’ ala Achmad Zaini sukses meyakinkan publik?
Menurut ahli psikologi sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Faturochman, gejala itu merupakan gambaran kondisi masyarakat yang sedang kebingungan.
“Situasi kita sedang dalam ketidakpastian. Kita kan hidup nggak pasti, misalnya kenaikan BBM yang membuat masyarakat khawatir akan keuangannya,” ujar Faturochman saat berbincang dengan detikcom, Jumat (30/5/2008).
Ketidakpastian itu memuat informasi seperti dalam kasus Achmad Zaini mudah dipercaya. “Ini trennya, tapi tidak semuanya mudah percaya. Memang masyarakat kita belum sepenuhnya rasional. Rasionalitasnya belum akurat,” jelasnya.
Dibandingkan negara maju, kata dia, masyarakat Indonesia telah kehilangan tumpuan atau pegangan sehingga mudah sekali diiming-imingi. “Secara struktural kita tidak ada penjelasan yang dapat membuat masyarakat mandiri. Misalnya dalam birokrasi,” imbuh Faturochman. Ingin mendiskusikan masalah ini, silakan membahasnya di thread detikForum.